Kompetisi Ditunda Sepuluh Tim Liga 1 Adu Laga di IFeL 2020

Posted on

Kompetisi Ditunda Sepuluh Tim Liga 1 Adu Laga di IFeL 2020 – Indonesian Football e-League (IFeL) 2020 sudah masuk pekan kelima. Pertandingan yang berlangsung pada 10 Oktober 2020 kemarin panen gol dari laga PSIS Semarang dan PSM Makassar.

Kompetisi Ditunda Sepuluh Tim Liga 1 Adu Laga di IFeL 2020

Pekan ini juga menjadi ajang adu gengsi antara dua pemain senior, Elul Wibowo yang mengemas tiga poin untuk Persita Tangerang, mengungguli Lucky Maarif yang berbaju Persik Kediri. Hemm~, merasa asing dengan nama-nama diatas yang bermain untuk klub Liga 1 itu?

Ferry, Setia, dan Rizky adalah para atlet esports profesional yang direkrut klub Liga 1 untuk bertanding pada kompetisi Pro Soccer Evolution (PES), game sepak bola paling populer sejagat raya. Bila sepak bola Indonesia berada dibawah organisasi PSSI, maka esports dinaungi oleh Indonesia eSports Association (IESPA). IESPA berdiri pada 2014 dan mengurus esports skala nasional. Organisasi ini juga bertanggung jawab terhadap para atlet esports yang berlaga di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 lalu.

Federasi Esports Indonesia, diketuai Adrian Pauline. Musisi sekaligus politikus Giring Ganesha duduk di kursi wakil ketua. Giring juga menjabat sebagai presiden IESPL (event organizer esports penyelenggara Piala Menpora dan Piala Presiden). Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), dengan ketua umumnya dijabat oleh Jenderal Polisi (purn) Budi Gunawan. Jabatan wakil ketua diisi oleh pengusaha dan politikus Sandiaga Salahuddin Uno.

Asosiasi Olahraga Video Game Indonesia (AVGI), berdiri pada 2019 dan diketuai oleh Rob Clinton Kardinal.
Saya tidak mengerti kenapa empat organisasi itu tidak jadi satu saja membentuk induk organisasi sehingga pembinaan lebih terukur dan terarah dalam satu wadah. Prestasi pun dapat ditargetkan mendunia, bukan hanya kompetisi dan turnamen antar daerah.

Tetapi, mungkin tiap organisasi punya visi-misi dan kepentingan yang memang tidak bisa disatukan. Gelaran IFeL 2020 ini sendiri dibuat untuk mengikuti jejak liga-liga di dunia yang membuat pertandingan esports sepak bola selama pandemi. Beberapa klub di Bundesliga Jerman, Premier League Inggris, MLS Amerika Serikat, liga Finlandia, Singapura, juga Malaysia telah lebih dulu menggelar kompetisi esports FIFA 20 dan PES.

Sepuluh tim Liga 1 Indonesia yang mengikuti IFeL memilih sendiri atlet esports mereka, kecuali PSM Makassar dan PSIS Semarang yang dimainkan oleh Setia Widianto dan Indra Tajusa. Setia dan Indra direkrut lewat babak kualifikasi terbuka yang dihelat Agustus 2020 lalu.

Delapan pemain lainnya merupakan jebolan Thai e-League Pro. Thai e-League adalah kompetisi esports PES yang diikuti oleh tim sepak bola Liga Thailand dan menggunakan line up masing-masing tim. Sepuluh atlet esports tim Liga 1 IFeL 2020 yang berlaga adalah:

PSS Sleman – Rizky Faidan
Borneo FC – QwaSG
Persija Jakarta – Rizal Ivander
Persik Kediri – Lucky Maarif
PSIS Semarang – Setia Widianto
Barito Putera – Rommy HW
Madura United – Elga
PSM Makassar – Indra Tajusa
Arema FC – Ferry Gumilang
Persita Tangerang – Elul Wibowo
Seperti pertandingan pekan sebelumnya, pada matchweek kelima ini saya juga hanya menonton highlightnya karena tidak kuat kalau harus menonton secara penuh selama empat jam di YouTube. Namanya juga emak-emak, selain work from home juga harus mengurus rumah tangga bukan cuma nonton YouTube, ya kan. Iya.

Sekarang sudah ada beberapa YouTuber yang mengulas pertandingan di tiap match, mengumpulkan video gol-gol dan selebrasi terbaik, dan memberikan daftar klasemen sementara, jadi lebih banyak pilihan untuk ditonton selain dari kanal resmi IFeL. Sayang sekali Persib dan Persebaya tidak berpartisipasi dalam adu laga IFeL ini, kalau ikut mungkin “suasana” dan kolom komentar di Facebook dan YouTube akan sepanas situasi politik tanah air. Hemm~.

Saat ini saja Rizal Ivander sudah dapat kritik pedas dari The Jak (Jakmania, suporter Persija Jakarta) karena gagal membawa klub mereka ke papan atas klasemen. Padahal Rizal berjulukan “Raja Bantai” tapi hanya bertengger di peringkat lima. The Jak makin panas karena Rizal dianggap tidak menerima kritik tersebut.

Rizal “Ivander” Danyarta memang bukan sembarang gamer. Dia pernah memperkuat tim esports BG Pathum United, klub di Thai Premier League. Jika perlu komentator mungkin bisa bercerita tentang latar belakang, prestasi, atau kegiatan sehari-hari para atlet esports ini daripada berkomentar seperti komentator sepak bola lapangan, ini kan esports. Tetapi saya kurang memperhatikan nama komentatornya, entah Belva, Delfa, atau Iman, Aman, atau Gevan, Kevan, entah, soalnya mereka ngomong cepat sekali saat menyebutkan nama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *