Memetik Manfaat di Balik Maksiat Penggunaan Media Sosial

Posted on

Memetik Manfaat di Balik Maksiat Penggunaan Media Sosial – Dalam tiga tahun terakhir saya jarang main FB (artikel ditulis Oktober 2020). Selain sibuk di dunia nyata, hiruk-pikuk beranda dan tombol notifikasi tidak mampu saya ladeni. Apalagi ada teman yang memakai FB sebagai “alat perang”. Perampas damai sejahtera. Barangkali oleh alasan ini seorang teman menghapus akunnya.

Memetik Manfaat di Balik Maksiat Penggunaan Media Sosial

Hari-hari ini FB kalah populer dibanding Twitter, Instagram, WA, Youtube dan Tik-Tok. Tapi tetap laku karena beralih fungsi jadi marketplace dan ruang beriklan. Akun saya juga masih aktif, meski tidak serajin dulu. Palingan memasarkan dagangan, hehe.

Globalisasi tanpa media sosial adalah mustahil. Sama mustahilnya niat baik perancang aplikasi media sosial tanpa ulah jahat oknum tertentu. Bagai sayur tanpa garam: kurang enak, kurang segar, kata Inul Daratista.

FB mengaku data penggunanya dibobol. Ada isu penggunaan aplikasi Tik-Tok mengancam keamanan suatu negara. Akibat menggunakan media sosial, kasus penculikan, penipuan dan penyebarluasan berita bohong jamak terjadi. Bagai getah di balik nikmatnya buah nangka.

Di samping gemerlap FB dan bermacam media sosial penyebab maksiat, adakah bisa dipetik manfaat. Program Bimbingan Pranikah. Persiapan pernikahan memang ribet. Apalagi beda suku. Bisa tiap hari pening kepala. Sering makan tak hanya hati, tapi otak dan usus. Harus ekstra sabar.

Dua separuh tahun saya dan calon berpacaran, mantab lahir batin ingin menikah. Persiapan intensif sudah digalakkan setahun menjelang hari-H. Di samping kostum, administrasi dan ba-be-bu nya, yang tak kalah penting bagi kami adalah bimbingan pranikah.

Berkaca dari banyak keluarga hancur, ditambah orang tua yang tidak sempurna, kami merasa perlu membekali diri. Salah satunya melalui bimbingan pranikah.

Kami beda adat, latar belakang keluarga, dan denominasi gereja. LDR pula. Di gereja mana kami harus bimbingan? Berapa jumlah pertemuannya? Mengapa kami harus bimbingan? Siapa yang akan membimbing kami.

Suatu kali, bulan Januari 2020 saya membaca postingan teman di FB, program bimbingan pranikah. Segera saya kabari calon, dan kami sepakat akan bimbingan dengan mentor yang kami sudah kenal tapi belum akrab itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *